random post Christian Vieri dastrayani bibra
chistian vieri dastrayani bibra
kebijakan publik dastrayani bibra
Teknik pembuatan kompos yang diterapkan oleh Pemkot Surabaya dalam hal ini Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya itu terbilang sederhana. Namun, mau kah Pekanbaru mengadopsi cara uniknya? Jika ide dari pemerintahan lalu saja enggan dijalankan, bagaimana pula bisa terbuka untuk mencontoh kepemimpinan mereka yang berbeda pulau yang berjauhan? dastrayani bibra
Kita menginginkan lingkungan bersih yang tak mengganggu pihak lain dengan biaya murah. (RHD)Selain itu, Setiap 7 rumah dipasang 1 alat untuk mengolah sampah atau komposter. Bahan kompos yang sudah matang, bisa dimanfaatkan untuk pupuk tanaman hias atau beberapa jenis sayuran yang mudah ditumbuh-kembangkan dalam pot plastik atau polibag. dastrayani bibra
Hasil gilingan sampah tadi dibiarkan menumpuk lalu disirami dengan air. Setiap 2 atau 3 hari sekali dilakukan pembolak-balikan tumpukan bahan kompos sambil diguyuri air. Demikian seterusnya sampai kompos menjadi matang, butuh waktu sekitar 2 bulan. Kompos hasil inovasi Pemkot Surabaya itu nantinya akan dimanfaatkan kembali sebagai pupuk organik yang ditaburkan ke semua taman dibawah pengelolaan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya. dastrayani bibra
Saat itu Herman menyerahkan masalah pengelolaan ini kepada kecamatan masing-masing sehingga urusan pengelolaan bisa dilakukan secara mandiri oleh kecamatan. Bukan pihak ketiga, seperti sistem yang diterapkan saat ini. Tidak salah, jika pada akhirnya masyarakat menyalahkan pemerintah sebagai pembuat kebijakan publik. dastrayani bibra
Hasil gilingan sampah tadi dibiarkan menumpuk lalu disirami dengan air. Setiap 2 atau 3 hari sekali dilakukan pembolak-balikan tumpukan bahan kompos sambil diguyuri air. Demikian seterusnya sampai kompos menjadi matang, butuh waktu sekitar 2 bulan. Kompos hasil inovasi Pemkot Surabaya itu nantinya akan dimanfaatkan kembali sebagai pupuk organik yang ditaburkan ke semua taman dibawah pengelolaan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya.Kampung Jambangan di Surabaya menjadi bukti nyata bahwa sampah justru menjadi berkah ketika mampu diolah dengan baik. Masyarakat mendirikan bank-bank sampah untuk menampung sampah-sampah anorganik yang dikumpulkan warga. Selanjutnya pihak pengelola bank sampah menggantinya dengan sejumlah uang sesuai jumlah sampah yang disetorkan ke bank sampah itu.Entah apa yang terjadi. Padahal sebelumnya kota ini bersih dan mendapat penghargaan Adipura sampai tujuh kali. Bahkan kini piala yang sudah terkumpul dan terpajang di tugu Adipura hilang tanpa jejak. Entah siapa yang mengambilnya. Namun pelakunya seolah menyadarkan pemerintah bahwa piala tersebut seperti tidak boleh berdiri ditengah kondisi kota yang sedang penuh sampah. Atau bisa juga menjadi isyarat bahwa pemerintah harus kembali mendapatkan piala adipura untuk menggantikan piala yang hilang tersebut. dastrayani bibra
Hasil gilingan sampah tadi dibiarkan menumpuk lalu disirami dengan air. Setiap 2 atau 3 hari sekali dilakukan pembolak-balikan tumpukan bahan kompos sambil diguyuri air. Demikian seterusnya sampai kompos menjadi matang, butuh waktu sekitar 2 bulan. Kompos hasil inovasi Pemkot Surabaya itu nantinya akan dimanfaatkan kembali sebagai pupuk organik yang ditaburkan ke semua taman dibawah pengelolaan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya. dastrayani bibra
Beberapa bulan belakangan Pekanbaru dipenuhi dengan sampah. Tidak hanya menumpuk, sampah-sampah ini kemudian mulai menimbulkan bau busuk karena dibiarkan lama dan tidak diangkut truk sampah seperti biasanya.Kita menginginkan lingkungan bersih yang tak mengganggu pihak lain dengan biaya murah. (RHD) dastrayani bibra
dastrayani bibra
Selain itu, Setiap 7 rumah dipasang 1 alat untuk mengolah sampah atau komposter. Bahan kompos yang sudah matang, bisa dimanfaatkan untuk pupuk tanaman hias atau beberapa jenis sayuran yang mudah ditumbuh-kembangkan dalam pot plastik atau polibag.Beberapa bulan belakangan Pekanbaru dipenuhi dengan sampah. Tidak hanya menumpuk, sampah-sampah ini kemudian mulai menimbulkan bau busuk karena dibiarkan lama dan tidak diangkut truk sampah seperti biasanya. dastrayani bibra
Keluhan pun datang dari para pasukan kuning yang selama ini menjadi kebanggaan kota. Mereka adalah para petugas kebersihan yang selama ini menjaga kota ini dari sampah berserakan. Impian berlebaran dengan baju baru dan opor ayam nampaknya hanya tinggal harapan. Padahal anggaran untuk kebersihan ini mencapai Rp 53 miliar.Keluhan pun datang dari para pasukan kuning yang selama ini menjadi kebanggaan kota. Mereka adalah para petugas kebersihan yang selama ini menjaga kota ini dari sampah berserakan. Impian berlebaran dengan baju baru dan opor ayam nampaknya hanya tinggal harapan. Padahal anggaran untuk kebersihan ini mencapai Rp 53 miliar. dastrayani bibra
BUKALAH MATA dastrayani bibra
Ha..ha..ha..Tak sedikitpun akan saya lupa..!Oya terima kasih juga kopinya, Alhamdulillah bukan Sianida. dastrayani bibra
Ide, di Kota Bertuah ini dulu kita pernah pernah bersama mengenyam pendidikan SLTA. Selalu ada rasa rindu saya setiap kali berkunjung ke Pekanbaru. Meski kadang banyak hal yang tidak bisa saya mengerti..!Oya semasa kau menjabat Kadis Budpar Kota Pekanbaru apa yang telah kau buat De..? dastrayani bibra
Itulah penilaian saya De..!Pariwisata seperti sebuah barang mewah yang langka.Lucu, wisata kok disamain dengan minyak yang tercipta sejak ribuan tahun lalu ya De…. dastrayani bibra
Sungguh sahabatku Ide… ingatan itu akan senantiasa terbiar dan tetap ada. dastrayani bibra
Ok..trims waktunya ya De..Jika paradigma seperti ini tidak diubah, maka sampai kapanpun, Pekanbaru akan tetap miskin dengan berbagai objek wisata.Jangan pernah bertanya apa yang kita punya De.., jika kita belum berbuat apa-apa..! dastrayani bibra
Saya bukanlah penikmat makanan pedas dan asin, tapi nyatanya saya mencintai kota yang kebanyakan masyarakatnya sangat menyukai makanan pedas dan juga asin..!Saatnya kita harus mencipta..!Andai saya memiliki puluhan kisah cinta dengan berbagai gadis dan wanita dari berbagai latar suku, bangsa, agama dan negara, semua itu lebih disebabkan oleh kecintaan saya terhadap corak dan pengaruh budaya asal yang dimilikinya. dastrayani bibra
Ok..trims waktunya ya De..Apa khabar Pekanbaru Ide?BUKALAH MATA dastrayani bibra
PENDENGAR YANG BAIK ADALAH PEMBICARA YANG BAIKItulah penilaian saya De..!Dari dulu sampai sekarang, objek wisata yang ada tidak pernah bertambah, kecuali jumlah mall dan pusat-pusat perbelanjaan yang tumbuh dimana-mana..! dastrayani bibra
Pariwisata seperti sebuah barang mewah yang langka.Jadul banget dan sangat tidak kreatif..!Lucu, wisata kok disamain dengan minyak yang tercipta sejak ribuan tahun lalu ya De…. dastrayani bibra
Saya tahu dan sadar bahwa Pekanbaru atau Riau adalah daerah yang lahir dari sejarah peradaban Melayunya. Namun nyatanya, saya atau mungkin juga orang lain, akan sangat sulit menemukan warga Pekanbaru yang bertutur dalam bahasa Melayu.Saya masih ingat dan merasakan betapa matahari Pekanbaru amat menyengat, tapi jika hujan tiba-tiba harus turun, maka curah hujan dan anginnya, sangat aduhai..! Alhasil, dalam sekedipan mata, beberapa ruas jalan pun akan tergenang..!Menarik dan bangga saat melihat banyak perubahan dan kemajuan yang ada De..! dastrayani bibra
EMERGENCY PROCEDURES dastrayani bibra
Itulah sebuah bangunan “kredibiltas” yang teruji dari sebuah Maskapai Penerbangan, Manajemen Bandara dan tentu saja Pihak Otoritas Penerbangannya.Hal tersebut adalah sesuatu yang “biasa” saja, yaitu bila memang semua pihak bekerja dengan “baik” sesuai bidang tugasnya masing-masing, maka tingkat keberhasilan yang akan diperoleh dalam pelaksanaan tugas adalah memang pasti akan berbuah seperti tersebut tadi.Disisi lain juga harus sanggup membangun kesadaran mendalam tentang posisi, tugas dan tanggung jawab sesuai bidang tugas masing-masing.Dengan syarat ada kemauan kita untuk bekerja dengan irama yang seperti itu. dastrayani bibra
Semua ketentuan, regulasi dan aturan tersebut dituangkan dalam sebuah tata kerja yang dikenal sebagai “Normal Procedures”. dastrayani bibra
Dengan syarat ada kemauan kita untuk bekerja dengan irama yang seperti itu.Itu pula sebabnya kemudian pihak ATC dan Manajemen Bandara menyiapkan pelaksanaan “emergency procedures” yang harus dilakukan terhadap sebuah pesawat yang akan mendarat dengan kondisi gangguan mesin.Itu pula sebabnya, dalam dunia penerbangan dituntut disiplin yang ketat tanpa kompromi. Disiplin ketat tanpa kompromi akan sulit dapat terjaga dengan baik tanpa adanya pengawasan yang terus menerus. dastrayani bibra
Itu semua dapat terwujud dari sebuah rangkaian “kerja keras” yang berjalan lama bertahun-tahun. Kerja keras dalam membangun etos kerja yang tumbuh bersamaan dengan kesadaran mendalam tentang posisi, tugas dan tanggung jawab masing-masing. dastrayani bibra
Panduan itu bernama “normal procedures”. Bila kemungkinan tentang kecelakaan yang mungkin saja dapat terjadi, sudah pula dibuat panduan kerja untuk mengatasi agar kemungkinan atau bahkan kecelakaan yang sudah sempat terjadi, dapat diatasi dengan baik.Semua ketentuan, regulasi dan aturan tersebut dituangkan dalam sebuah tata kerja yang dikenal sebagai “Normal Procedures”. dastrayani bibra
Setelah semua pihak terkait melaksanakan dengan baik “emergency procedures” sesuai bidang tugas masing-masing yang sudah menjadi panduan kerja yang baku itu, maka dapat diyakini pesawat dengan gangguan mesin dapat mendarat dengan selamat, walau kemudian ada masalah kerusakan lain yang juga dapat segera diatasi dengan baik. dastrayani bibra
Mekanisme dan tata kelola serta keterampilan kerja yang seperti itulah yang harus dimiliki oleh Pilot dan Crew Pesawat Terbang.Mereka “merasa” berada dalam penanganan dan pelayanan yang aman, mereka merasa berada dalam “a good hand”. dastrayani bibra
Mereka “merasa” berada dalam penanganan dan pelayanan yang aman, mereka merasa berada dalam “a good hand”.Dengan demikian menjadi jelas sekali bahwa dalam kegiatan operasi penerbangan memang telah ditentukan sebuah panduan agar dapat bekerja dengan aman dan selamat.Nah, tingkat profesionalitas dari para praktisi dibidang penerbangan, terutama sekali akan diukur dari sejauh mana mereka menguasai dengan baik bidang kompetensinya termasuk keterampilan dalam melaksanakan “normal procedures” dan tingkat penguasaannya dalam antisipasi saat mengerjakan “emergency procedures”, bila terjadi kecelakaan. dastrayani bibra
Yang penting bila kita memang ingin setara dengan daerah lain, kita memang harus membangun disiplin yang tinggi.EXPERIENCE IS THE BEST TEACHERBegitu Pilot melihat ada kelainan pada mesin pesawatnya, dia sudah tahu bahwa hal tersebut sudah mencapai ke satu tingkat yang harus dilakukan tindakan “emergency procedures” yang dalam hal ini harus melaksanakan “return to base”, kembali ke titik pemberangkatan. dastrayani bibra
EMERGENCY PROCEDURES dastrayani bibra
titik nol dastrayani bibra
Kota Pekanbaru cukup terik pada siang hari. Maklum, efek pemanasan global sudah sampai ke kota ini. Terkadang, panasnya bisa mencapai 34 derajat Celcius. Benar-benar cuaca yang membuat hati ini ingin terus mengurung diri. Namun faktanya tidak juga, semangat bekerja terus tampak dari wajah-wajah pejuang Rupiah. Ya, hidup di kota ini memang begitu keras. Perjuangan mutlak dilakukan dengan semangat pantang menyerah.Di areal sekitar masjid Anda bisa berziarah ke makam pendiri Kota Pekanbaru, yakni Sultan Abdul Jalil Alamudin Syah yang bergelar Marhum Bukit. Di tempat ini juga, terdapat makam Sultan Siak keempat, Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah yang bergelar Marhum Pekan.Sesampainya di lokasi, saya lalu bergegas mendekati tugu titik nol yang berada di jalan Sudirman sekitar kantor Gubernur.Ya meski sudah sering melalui jalan ini, namun tidak dipungkiri bahwa tidak banyak masyarakat yang tahu bahwa di Tugu Zapin ini ada tugu titik nol. Akhirnya setelah cekrek sana-cekrek ini saya memutuskan untuk mencari lokasi lain.“Titik nol Pekanbaru bukan disini mas, tapi di Senapelan dekat Pasar Bawah,”. dastrayani bibra
Selain itu, di wilayah ini anda bisa berkunjung ke rumah Tuan Kadi (Tuan Qadi). Ini salah satu rumah tertua di Senapelan. Terletak di Jalan Senapelan Gang Pinggir. Hanya lebih kurang 500 meter dari Pasar Bawah. Dirumah inilah Bang IDE yang ganteng, baik hati dan tidak sombong dilahirkan. dastrayani bibra
Pada tahun 1931 Pekanbaru dimasukkan ke dalam wilayah Kampar Kiri yang dikepalai seorang controleur. Setelah pendudukan Jepang tanggal 8 Maret 1942, Pekanbaru dikepalai seorang Gubernur militer yang disebut Gokung. Setelah Indonesia merdeka, berdasarkan ketetapan Gubernur Sumatera di Medan tanggal 17 Mei 1946 No. 103, Pekanbaru dijadikan sebagai daerah otonom yang disebut Haminte atau kota besar.Selain itu, di wilayah ini anda bisa berkunjung ke rumah Tuan Kadi (Tuan Qadi). Ini salah satu rumah tertua di Senapelan. Terletak di Jalan Senapelan Gang Pinggir. Hanya lebih kurang 500 meter dari Pasar Bawah. Dirumah inilah Bang IDE yang ganteng, baik hati dan tidak sombong dilahirkan. dastrayani bibra
Selain itu, di wilayah ini anda bisa berkunjung ke rumah Tuan Kadi (Tuan Qadi). Ini salah satu rumah tertua di Senapelan. Terletak di Jalan Senapelan Gang Pinggir. Hanya lebih kurang 500 meter dari Pasar Bawah. Dirumah inilah Bang IDE yang ganteng, baik hati dan tidak sombong dilahirkan. dastrayani bibra
Tugu Titik Nol Pekanbaru, Fakta Sejarah yang Diubah - Cerita SahabatMemang sangat miris, ketika pemerintahan baru mampu mengubah-ubah sejarah. Dari mengubah lokasi titik nol Pekanbaru, hingga icon Kota Bertuah. Ini baru satu item sejarah yang saya telusuri, bagaimana dengan hal-hal bersejarah lainnya? Mari generasi muda, jangan mudah melupakan sejarah, apalagi mencoba untuk mengubah.Rumah Tuan Kadi merupakan peninggalan Kesultanan Siak masa lalu. Disebut juga dengan rumah hinggap. Rumah ini menjadi persinggahan Sultan Syarif Kasim II ketika bertandang ke Pekanbaru. Di rumah ini berbagai persoalan dan strategi menata Bandar Senapelan dibahas dastrayani bibra
dastrayani bibra
Dalam konteks ini, ternyata sejarah tidak hanya bisa berlalu, namun juga bisa diubah. Padahal dimana-mana dari titik nol inilah orang-orang akan mengenang sejarah pembangunan kota. Dengan berpindahnya tugu titik nol, artinya akan berdampak pada jarak antar Kota Pekanbaru dengan kota lainnya.Setelah itu berdasarkan UU No.22 tahun 1948, kabupaten Pekanbaru diganti menjadi Kabupaten Kampar dan Kota Pekanbaru diberikan status kota kecil. Status ini semakin disempurnakan dengan keluarnya UU No.8 tahun 1956. Kemudian status kota Pekanbaru dinaikkan dari kota kecil menjadi kota praja setelah keluar UU No.1 tahun 1957. Berdasarkan Kepmendagri No. Desember 52/I/44-25 tanggal 20 Januari 1959, Pekanbaru resmi menjadi Ibukota Propinsi Riau.Dalam konteks ini, ternyata sejarah tidak hanya bisa berlalu, namun juga bisa diubah. Padahal dimana-mana dari titik nol inilah orang-orang akan mengenang sejarah pembangunan kota. Dengan berpindahnya tugu titik nol, artinya akan berdampak pada jarak antar Kota Pekanbaru dengan kota lainnya. dastrayani bibra
Kota Pekanbaru cukup terik pada siang hari. Maklum, efek pemanasan global sudah sampai ke kota ini. Terkadang, panasnya bisa mencapai 34 derajat Celcius. Benar-benar cuaca yang membuat hati ini ingin terus mengurung diri. Namun faktanya tidak juga, semangat bekerja terus tampak dari wajah-wajah pejuang Rupiah. Ya, hidup di kota ini memang begitu keras. Perjuangan mutlak dilakukan dengan semangat pantang menyerah.Sesampainya di lokasi, saya lalu bergegas mendekati tugu titik nol yang berada di jalan Sudirman sekitar kantor Gubernur.Ya meski sudah sering melalui jalan ini, namun tidak dipungkiri bahwa tidak banyak masyarakat yang tahu bahwa di Tugu Zapin ini ada tugu titik nol. Akhirnya setelah cekrek sana-cekrek ini saya memutuskan untuk mencari lokasi lain.Rumah Tuan Kadi merupakan peninggalan Kesultanan Siak masa lalu. Disebut juga dengan rumah hinggap. Rumah ini menjadi persinggahan Sultan Syarif Kasim II ketika bertandang ke Pekanbaru. Di rumah ini berbagai persoalan dan strategi menata Bandar Senapelan dibahas dastrayani bibra
Pada tahun 1931 Pekanbaru dimasukkan ke dalam wilayah Kampar Kiri yang dikepalai seorang controleur. Setelah pendudukan Jepang tanggal 8 Maret 1942, Pekanbaru dikepalai seorang Gubernur militer yang disebut Gokung. Setelah Indonesia merdeka, berdasarkan ketetapan Gubernur Sumatera di Medan tanggal 17 Mei 1946 No. 103, Pekanbaru dijadikan sebagai daerah otonom yang disebut Haminte atau kota besar.Namun, ada hal lain yang menimbulkan kebingungan. Saya tidak tahu, harus memulainya dari mana dan siapa yang akan dituju terlebih dahulu. Di tengah kebingungan itu, saya ingat Tugu Titik Nol. Ya katanya dari tugu ini orang akan tahu sejarah lahir dan berkembangnya sebuah kota. dastrayani bibra
“Apaaaaaaaa” kesal ku dalam hati.Salam (AJE)Namun saya tidak mau menyerah, semangat terus berkobar untuk mengenal Pekanbaru dari Sejarah, akhirnya saya memutuskan untuk ke Pasar Bawah. Tujuannya tetap untuk mencari titik nol, tempat yang menjadi cikal bakal kota tercinta, mencari tahu tentang Sejarah Kota Pekanbaru.“Titik nol Pekanbaru bukan disini mas, tapi di Senapelan dekat Pasar Bawah,”. dastrayani bibra
Subscribe to:
Posts (Atom)