titik nol dastrayani bibra
Kota Pekanbaru cukup terik pada siang hari. Maklum, efek pemanasan global sudah sampai ke kota ini. Terkadang, panasnya bisa mencapai 34 derajat Celcius. Benar-benar cuaca yang membuat hati ini ingin terus mengurung diri. Namun faktanya tidak juga, semangat bekerja terus tampak dari wajah-wajah pejuang Rupiah. Ya, hidup di kota ini memang begitu keras. Perjuangan mutlak dilakukan dengan semangat pantang menyerah.Di areal sekitar masjid Anda bisa berziarah ke makam pendiri Kota Pekanbaru, yakni Sultan Abdul Jalil Alamudin Syah yang bergelar Marhum Bukit. Di tempat ini juga, terdapat makam Sultan Siak keempat, Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah yang bergelar Marhum Pekan.Sesampainya di lokasi, saya lalu bergegas mendekati tugu titik nol yang berada di jalan Sudirman sekitar kantor Gubernur.Ya meski sudah sering melalui jalan ini, namun tidak dipungkiri bahwa tidak banyak masyarakat yang tahu bahwa di Tugu Zapin ini ada tugu titik nol. Akhirnya setelah cekrek sana-cekrek ini saya memutuskan untuk mencari lokasi lain.“Titik nol Pekanbaru bukan disini mas, tapi di Senapelan dekat Pasar Bawah,”. dastrayani bibra
Selain itu, di wilayah ini anda bisa berkunjung ke rumah Tuan Kadi (Tuan Qadi). Ini salah satu rumah tertua di Senapelan. Terletak di Jalan Senapelan Gang Pinggir. Hanya lebih kurang 500 meter dari Pasar Bawah. Dirumah inilah Bang IDE yang ganteng, baik hati dan tidak sombong dilahirkan. dastrayani bibra
Pada tahun 1931 Pekanbaru dimasukkan ke dalam wilayah Kampar Kiri yang dikepalai seorang controleur. Setelah pendudukan Jepang tanggal 8 Maret 1942, Pekanbaru dikepalai seorang Gubernur militer yang disebut Gokung. Setelah Indonesia merdeka, berdasarkan ketetapan Gubernur Sumatera di Medan tanggal 17 Mei 1946 No. 103, Pekanbaru dijadikan sebagai daerah otonom yang disebut Haminte atau kota besar.Selain itu, di wilayah ini anda bisa berkunjung ke rumah Tuan Kadi (Tuan Qadi). Ini salah satu rumah tertua di Senapelan. Terletak di Jalan Senapelan Gang Pinggir. Hanya lebih kurang 500 meter dari Pasar Bawah. Dirumah inilah Bang IDE yang ganteng, baik hati dan tidak sombong dilahirkan. dastrayani bibra
Selain itu, di wilayah ini anda bisa berkunjung ke rumah Tuan Kadi (Tuan Qadi). Ini salah satu rumah tertua di Senapelan. Terletak di Jalan Senapelan Gang Pinggir. Hanya lebih kurang 500 meter dari Pasar Bawah. Dirumah inilah Bang IDE yang ganteng, baik hati dan tidak sombong dilahirkan. dastrayani bibra
Tugu Titik Nol Pekanbaru, Fakta Sejarah yang Diubah - Cerita SahabatMemang sangat miris, ketika pemerintahan baru mampu mengubah-ubah sejarah. Dari mengubah lokasi titik nol Pekanbaru, hingga icon Kota Bertuah. Ini baru satu item sejarah yang saya telusuri, bagaimana dengan hal-hal bersejarah lainnya? Mari generasi muda, jangan mudah melupakan sejarah, apalagi mencoba untuk mengubah.Rumah Tuan Kadi merupakan peninggalan Kesultanan Siak masa lalu. Disebut juga dengan rumah hinggap. Rumah ini menjadi persinggahan Sultan Syarif Kasim II ketika bertandang ke Pekanbaru. Di rumah ini berbagai persoalan dan strategi menata Bandar Senapelan dibahas dastrayani bibra
dastrayani bibra
Dalam konteks ini, ternyata sejarah tidak hanya bisa berlalu, namun juga bisa diubah. Padahal dimana-mana dari titik nol inilah orang-orang akan mengenang sejarah pembangunan kota. Dengan berpindahnya tugu titik nol, artinya akan berdampak pada jarak antar Kota Pekanbaru dengan kota lainnya.Setelah itu berdasarkan UU No.22 tahun 1948, kabupaten Pekanbaru diganti menjadi Kabupaten Kampar dan Kota Pekanbaru diberikan status kota kecil. Status ini semakin disempurnakan dengan keluarnya UU No.8 tahun 1956. Kemudian status kota Pekanbaru dinaikkan dari kota kecil menjadi kota praja setelah keluar UU No.1 tahun 1957. Berdasarkan Kepmendagri No. Desember 52/I/44-25 tanggal 20 Januari 1959, Pekanbaru resmi menjadi Ibukota Propinsi Riau.Dalam konteks ini, ternyata sejarah tidak hanya bisa berlalu, namun juga bisa diubah. Padahal dimana-mana dari titik nol inilah orang-orang akan mengenang sejarah pembangunan kota. Dengan berpindahnya tugu titik nol, artinya akan berdampak pada jarak antar Kota Pekanbaru dengan kota lainnya. dastrayani bibra
Kota Pekanbaru cukup terik pada siang hari. Maklum, efek pemanasan global sudah sampai ke kota ini. Terkadang, panasnya bisa mencapai 34 derajat Celcius. Benar-benar cuaca yang membuat hati ini ingin terus mengurung diri. Namun faktanya tidak juga, semangat bekerja terus tampak dari wajah-wajah pejuang Rupiah. Ya, hidup di kota ini memang begitu keras. Perjuangan mutlak dilakukan dengan semangat pantang menyerah.Sesampainya di lokasi, saya lalu bergegas mendekati tugu titik nol yang berada di jalan Sudirman sekitar kantor Gubernur.Ya meski sudah sering melalui jalan ini, namun tidak dipungkiri bahwa tidak banyak masyarakat yang tahu bahwa di Tugu Zapin ini ada tugu titik nol. Akhirnya setelah cekrek sana-cekrek ini saya memutuskan untuk mencari lokasi lain.Rumah Tuan Kadi merupakan peninggalan Kesultanan Siak masa lalu. Disebut juga dengan rumah hinggap. Rumah ini menjadi persinggahan Sultan Syarif Kasim II ketika bertandang ke Pekanbaru. Di rumah ini berbagai persoalan dan strategi menata Bandar Senapelan dibahas dastrayani bibra
Pada tahun 1931 Pekanbaru dimasukkan ke dalam wilayah Kampar Kiri yang dikepalai seorang controleur. Setelah pendudukan Jepang tanggal 8 Maret 1942, Pekanbaru dikepalai seorang Gubernur militer yang disebut Gokung. Setelah Indonesia merdeka, berdasarkan ketetapan Gubernur Sumatera di Medan tanggal 17 Mei 1946 No. 103, Pekanbaru dijadikan sebagai daerah otonom yang disebut Haminte atau kota besar.Namun, ada hal lain yang menimbulkan kebingungan. Saya tidak tahu, harus memulainya dari mana dan siapa yang akan dituju terlebih dahulu. Di tengah kebingungan itu, saya ingat Tugu Titik Nol. Ya katanya dari tugu ini orang akan tahu sejarah lahir dan berkembangnya sebuah kota. dastrayani bibra
“Apaaaaaaaa” kesal ku dalam hati.Salam (AJE)Namun saya tidak mau menyerah, semangat terus berkobar untuk mengenal Pekanbaru dari Sejarah, akhirnya saya memutuskan untuk ke Pasar Bawah. Tujuannya tetap untuk mencari titik nol, tempat yang menjadi cikal bakal kota tercinta, mencari tahu tentang Sejarah Kota Pekanbaru.“Titik nol Pekanbaru bukan disini mas, tapi di Senapelan dekat Pasar Bawah,”. dastrayani bibra